Pages

Jumat, 05 April 2013

MATERI TEORI ORGANISASI UMUM 2

Nama : Seto Kurniawan
NPM   : 16111710
Kelas : 2KA39

Ruang Lingkup Ekonomi

1. Definisi dan metodologi ekonomi.

   Ekonomi adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi dan pemakaian barang-barang serta kekayaan seperti hal keuangan, peindustrian, dan perdagangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan hidup.

   Metodologi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi.



2. Masalah-masalah yang mempengaruhi mekanisme harga.



I. Masalah pokok ekonomi itu terbagi menjadi dua yaitu,

    1. Menurut Aliran Klasik, yaitu masalah pokok ekonomi terdiri dari Produksi, Distribusi, dan Konsumsi.

    - Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda. Untuk mencapai kemakmuran, barang2 kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat, karena masyarakat sangat hitrogen, maka barang2 yang tersedia pun sangat beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.

    - Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Agar suatu barang atau jasa yang di hasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik.

   -  Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.
    2. Menurut Aliran Modern, Ekonomi modern mengakomodasikan masalah ekonomi dalam 3 masalah pokok yaitu,

   • Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan / diproduksi dan berapa jumlahnya (what).

   • Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan / diproduksi (how).

   • Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan / diproduksi (for whom).

3. Definisi sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi.

Sistem Ekoomi dapat di bagi menadi 4 bagian yaitu :

    A. Sistem Ekonomi Tradisional.


     Tujuan dari sistem ekonomi ini adalah mempertahankan tradisi yang terjadi turun temurun, dengan mengabaikan apa yang harus dilakukan dan untuk apa dilakukan.

Ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional ini adalah:

    1) Teknologi masih sederhana.

    2) Kegiatan usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

    3) Modal masih terbatas.

     B. Sistem Ekonomi liberal/pasar/kapitalis.

     Sistem ekonomi liberal/pasar/kapitalis atau yang biasa disebut dengan Free Fight Liberalism adalah suatu penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, dimana warga negara diberi kebebasan oleh pemerintahan untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal, yaitu:

    1) Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan.

    2) Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh swasta.

    3) Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.


     C. Sistem Ekonomi Komando/Sosialis

       Sistem ekonomi komando/etatisme/terpusat adalah sistem ekonomi yang pengaturan kehidupan ekonominya secara langsung oleh negara.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi komando, yaitu:

    1) Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh negara.

    2) Kegiatan perekonomian diatur dan dikuasai secara mutlak oleh negara.


     D. Sistem Ekonomi Campuran

      Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran, yaitu:

    1) Kesempatan kerja penuh ( full employment) dan jasa kolektif mendapat prioritas yang tinggi.


  2) Harga tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur dalam menentukan kebijakan.

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

1. Definisi penawaran dan permintaan.

   Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

     A. Permintaan


     Pengertian Permintaan


   Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.



   Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsure-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.

      B. PENAWARAN

      Pengertian Penawaran

   Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi ini kemudian dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat harga tertentu. permintaan bersangkut paut dengan pembelian dan pemakainan sedangkan penawaran bersangkut paut dengan peneyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.

2. Hukum permintaan dan penawaran.

       Hukum Permintaan

   Hukum ekonomi berlaku ceteris paribus (diluar obyek yang diselidiki, keadaannya tetap tidak berubah). Singkatnya hukum permintaan adalah :

   “ Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”.
      Hukum permintaan berbunyi:



   Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:

   - naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan

   - naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

   Hukum Penawaran


   Hukum penawaran berbunyi:



   Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.


3. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

     Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand):

        - konsumen / selera konsumen

        - Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap

        - Pendapatan/penghasilan konsumen

        - Perkiraan harga di masa depan


        - Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

     Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply):

        - Biaya produksi dan teknologi yang digunakan

        - Tujuan Perusahaan

        - Pajak

        - Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap

        - Prediksi / perkiraan harga di masa depan

a. Menjelaskan apa yang mempengaruhi pergeseran kurva permintaan dan penawaran.

faktor yang dapat memepengaruhi pergeseran kurva permintaan:

   - Rata-rata pendapatan konsumen.
Apabila pendapatan naik, setiap orang akan cenderung mengkonsumsi lebih/membeli lebih banyak barang meskipun harga barang tidak berubah.

   - Ukuran pasar.
Kota yang populasinya lebih besar cenderung akan membeli lebih banyak daripada kota yang populasinya kecil.

   - Harga dan ketersediaan produk-produk yang berkaitan.
Salah satunya yang penting adalah produk substitusi.

   - Selera.
Berbagai perbedaan sejarah dan budaya akan mempengaruhi selera konsumen. Produk tertentu mungkin laku di suatu wilayah, namun tidak di wilayah lainnya. 

Pengaruh-pengaruh khusus.


faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran:

   - Tingkat teknologi yang digunakan.
Teknologi berkaitan erat dengan biaya produksi. Perkembangan teknologi cenderung menurunkan biaya produksi. Semakin rendah biaya produksi atas suatu produk, semakin banyak jumlah yang diproduksi/dijual.

   - Harga input.
Harga input seperti tenaga kerja, mesin dan material juga sangat mempengaruhi biaya produksi. Semakin rendah harganya, semakin banyak kuantitas yang bersedia diproduksi.

   - Harga produk-produk yang berkaitan.
Ini terutama berlaku untuk output substitusi yang diproduksi oleh satu perusahaan.

   - Kebijakan pemerintah.
Kebijakan seperti pajak, teknologi yang boleh/tidak boleh digunakan, lingkungan hidup, harga listrik, upah minimum, dan lain-lainnya akan mempengaruhi biaya produksi, dan pada akhirnya empengaruhi kuantitas yang bersedia diproduksi.

   - Pengaruh-pengaruh khusus.
Misalnya cuaca mempengaruhi produksi pertanian, dorongan yang tinggi akan inovasi menghasilkan produk inovatif, dll.


4. Penentuan harga keseimbangan.

   Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibriumadalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

        Penentuan Harga Keseimbangan (Eqilibrium Price).


   Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar